Buku Terjemahan Lontar Tutur Jatiswara, Tutur Aji Saraswati, Tutur Candrabherawa
Penerbit: Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Halaman : 76 Halaman
Buku ini merupakan terbitan resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang memuat hasil alih aksara dan terjemahan tiga naskah Lontar , yaitu:
Tutur Jatiswara
Tutur Aji Saraswati
Tutur Candrabherawa
Lontar Tutur Jatiswara merupakan sebuah lontar tutur yang pada pokoknya menguraikan tentang nasehat seorang ayah (orangtua) kepada anaknya agar selalu patuh dan bertingkah laku yang baik sesuai dengan petunjuk yang tersurat dan tersirat dalam sastra-sastra agama. Tampaknya lontar ini dibuat di Bali dan tergolong yang relatif muda. Lontar ini ditulis mempergunakan bahasa Bali kemudian dialih aksarakan dan diterjemahkan.
Tutūr Aji Śaraśwatī berisi tentang ajaran kesehatan jasmani, rohani, dan kehidupan setelah mati (kamokṣan). Pembahasan dimulai dengan penjabaran makna simbolik dalam jenis (swalalita, wrĕśastra, modre) dan fungsi aksara Bali. Hal ini dijelaskan pada awal kalimat pembuka naskah wnang hingangge de sang wruhring sahalwaning akṣara wāya, prajñan ring tatwa carita tĕkaring wikrama.
Lontar Tutur Candrabhérawa menceritakan dua menceritakan dua raja, yaituRajaYudhistira yangmemerintah pada kerajaan Astina Pura dan Raja Candrabhérawa memerintah pada kerajaan Dewantara. Raja Yudhistira memiliki pandangan memahami agama dalam ajaran karma sanyasa dan Raja Candrabhérawa memiliki pandangan dalam memahami agama dalam konsep yoga sanyasa. Hal ini mengajarkan kita bahwa hidup tidak bisa dipisahkan dari karma dan yoga
Ketiga naskah tutur ini berisi ajaran spiritual, filsafat, dan etika dalam tradisi Hindu Bali, yang sangat bermanfaat sebagai sumber referensi bagi peneliti, mahasiswa, peminat sastra Bali, dan pemerhati budaya
Tags : Lontar Tutur Jatiswara, Tutur Aji Saraswati, Tutur Candrabherawa, salinan lontar bali, toko buku hindu, toko buku wawasan hindu, buku hindu , lontar bali